Selasa, 17 Juli 2018

“Sosok Seorang Prabowo Subianto Di Mataku”


Awal kata dalam tulisan ini, saya ingin bercerita sedikit tentang kehidupan pribadi saya yang penut dengan cerita suka cita dan duka cita yang mana saya sejak kecil tinggal dengan nenek saya di kampung tepatnya di desa Pekadan kecamatan Galis kabupaten Bangkalan salah satu kabupaten di pulau madura.
Sejak saya berumur 6 tahun saya sudah tinggal di madura karena tuntutan saya harus belajar ilmu agama dan sekolah SD di madura yang mana pada waktu itu orang tua saya sedang bekerja di jakarta berjualan buah untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Setelah saya lulus SMP (Sekolah menengah pertama) saya melanjutkan sekolah saya ke salah satu pondok pesantren ternama di pulau madura yaitu pondok pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan Madura tidak jauh dari alun-alun jantung kota Bangkalan.
Tentang sosok prabowo subianto sejak tahun 2011 saya sudah mulai tahu tentang sosok beliau yang cerdas,tegas dan pemberani pada awal mondok yang sering baca di koran-koran yang ada di perpustakaan, maklum saya dulu dari desa tidak tau apa itu dunia maya, apa itu hp android baru setelah mondok, saya mulai tau karena memang pondok saya ada di jantung kota jadi tau perkembangan negara padaa saat itu.
Tentang Prabowo subianto melihat dari take record yang saya baca dari pemberitaan dari berbagai media massa adalah sosok yang sangat menginspirasi saya tentang kariernya di dunia militer yang mana seorang Komandan Jenderal Kopassus saat itu Brigjen Prabowo Subianto turun langsung dan menjadi dansatgas dalam menyelamtkan 12 peneliti Tim Lorentz yang sedang mengumpulkan data di Mapenduma, yang di sandra oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Di dunia politik bagaimana sosok prabowo yang dengan ikhlasnya menyelamatkan Wilfrida Soik, TKI asal Belu, NTT, yang awalnya dituntut hukuman mati untuk kasus pembunuhan majikannya oleh pengadilan di Malaysia. Tuntutan itu awalnya seolah sulit dilawan, namun Prabowo datang dan menyewa pengacara kelas wahid Malaysia, Tan Sri Shafee, yang akhirnya berhasil membebaskan Wilfrida dari segala tuntutan.
Dan masih banyak lagi prestasinya beliau di berbagai bidang seperti ekonomi, Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) 2010-2015, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) 2008-2013, Dan Ketua Umum IPSI 2004-2014, yang semua itu sangat mengispirasi saya untuk berjuang seperti beliau karena memang dari dulu saya sejak kecil bercita-cita ingin menjadi seorang ABRI.
Terus berjuang Bapak Prabowo subianto walau langit akan runtuh, saya Asy’ari santri asal madura selalu mendukung bapak untuk selalu mengabdi pada negeri ini, pepatah lama mengatakan “Mengalahlah sampai tidak ada yang bisa mengalahkan mu” semoga niatan bapak untuk mengembalikan Indonesia sebagai Macan asia akan terwujud. Aamiin yaa rabbal alamin.